Tuesday, April 29, 2014



Referal (Rujukan atau Alih Tangan). Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli, maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang, seperti psikolog, psikiater, dokter, dan kepolisian. Konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah, seperti depresi, tindak kejahatan (kriminalitas), kecanduan narkoba, dan penyakit kronis.
Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada konseli yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera, sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. Tujuan pelayanan responsif adalah membantu konseli agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu konseli yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Fokus pelayanan responsif bergantung kepada masalah atau kebutuhan konseli. Masalah atau kebutuhan konseli berkaitan dengan keinginan untuk memahami sesuatu hal karena dipandang penting bagi perkembangan dirinya secara positif. Kebutuhan ini seperti kebutuhan untuk memperoleh informasi, misalnya tentang pilihan karir dan program studi, sedangkan masalah yang mungkin dihadapi adalah yang berkaitan dengan berbagai hal yang dirasakan mengganggu kenyamanan hidup atau menghambat perkembangan diri konseli, karena tidak terpenuhi kebutuhannya, atau gagal dalam mencapai tugas-tugas perkembangan. Biasanya masalah-masalah seperti itu tidak mudah untuk diketahui secara langsung, tetapi dapat diketahui melalui gejala-gejala perilaku yang tampak, misalnya kurang bisa bergaul.
Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang mempunyai kenyamanan dalam bersosialisasi dengan orang lain dan tidak dapat dipungkiri juga bahwa untuk bersosialisasi atau bergaul dengan orang lain terdapat hambatan-hambatan tertentu yang dapat memberikan dampak pada perilaku yang lambat pada individu. Bagaimanapun, setiap orang akan selalu berhadapan antarsesama individu lainnya sehingga setiap individu seharusnya mempunyai cara bagaimana untuk beradaptasi dengan orang lain atau disebut juga bergaul dengan orang lain. Karena itu, tidak menutup kemungkinan bahwa banyak orang yang menemui kesulitan dalam bergaul, termasuk siswa-siswi di sekolah.
Kemampuan seseorang untuk mengembangkan diri memang mempunyai hubungan yang erat dengan pergaulan. Kemampuan di sini maksudnya adalah usaha seseorang dalam mengembangkan diri, bukan bawaan lahir, sehingga setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk bergaul, meskipun kepribadian setiap orang berbeda. Bergaul tidak tergantung kepada orang seperti apa kita, tetapi mampukah kita mengembangkan diri dan membangun komunikasi dengan orang lain. Jika sudah berbicara mengenai pengembangan diri, terutama untuk siswa-siswi di sekolah, maka tidak terlepas pula dari peran seorang guru BK atau konselor, di mana seorang konselor perlu mengambil peran ketika berhadapan dengan atau menemukan konselinya yang sedang mengalami kesulitan dalam bergaul. Salah satu caranya adalah dengan memberikan sebuah layanan bimbingan dan konseling yang disebut dengan layanan responsif karena masalah konseli tersebut membutuhkan pertolongan dengan segera.
Berpasitipasi dalam kegiatan penanganan masalah peserta didik, seperti konferensi kasus. lah satu yang dapat dilakukan adalah layanan responsif melalui symbolic modeling untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa.
sKegiatan referal atau alih tangan yaitu kegiatan pendukung BK untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah yang dialami peserta didik atau konseli dengan memindahkan penanganan kasus dari satu pihak ke pihak lainnya. Kegiatan ini memerluak kerjasama yang erat antara berbagai pihak yang dapat memberiak bantuan dan atas penanganan masalah tersebut (terutama kerja sama dari ahli lain tempat kasus itu dialih tangankan). Kegiatan ini menuntut agar pelayanan Bimbingan dan Konseling tidak hanya dirasakan adanya pada waktu siswa mengalami masalah dan menghadap pada konselor saja, namun usaha Bimbingan dan Konseling hendaknya diarasakan juga manfaatnya sebelum dan sesudah siswa menjalani layanan Bimbingan dan Konseling secara langsung. Kegiatan referal menunjuk pada azas alih tangan kasus yaitu azas Bimbingan Konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan bimbingan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik mengalih tangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli.
Kegiatan alih tangan kasus meliputi dua jalur, yaitu jalur kepada konselor dan jalur dari konselor. Jalur kepada konseor, dalam arti konselor menerima “kiriman” konseli dari pihak-pihak lain, seperti orang tua, kepala sekolah, guru, pihak atau ahli lain (misalnya dokter, psikiater, psikolog, kepala suatu kantor aau perusahaan). Sedangkan jalur dari konselor, dalam arti konselor “mengirimkan” konseli yang belum tuntas ditangani kepada ahli-ahli lain, seperti konselor yang lebih senior, konselor yang membidangi spesialisasi tertentu, ahli-ahli lain (msalnya guru bidang studi, psikolog, psikiater, dan dokter). Konselor menerima konseli dari pihak lain dengan harapan konseli itu dapat ditangani sesuai dengan permasalahan konseli yang belum atau tidak tuntas ditangani oleh pihak lain itu; atau permasalahan konseli itu tidak sesuai dengan bidang keahlian pihak yang mengirimkan konseli itu. Di sisi lain, konselor mengalih tangankan konseli kepada pihak lain apabila masalah yang dihadapi konseli memang diluar kewenangan konselor untuk menanganinya, atau setelah konselor berusaha sekuat tenaga memberikan bantuan, namun permasalahan konseli belum berhasil ditangani secara tuntas.
Pada sisi yang pertama, yaitu konselor menerima konseli dari pihak lain, berkenaan dengan prosedur alih tangan, hampir tidak ada persoalan yang memerlukan perhatian khusus, kecuali masalah kesukarelaan. Konseli yang dikirimkan kepada konselor itu hendaknya dengan sukarela datang kepada konselor. Dengan kesukarelaan itulah konselor akan bekerja bersama konseli itu menangani permasalahannya. Pada sisi yang kedua, yaitu konselor mengalihtangankan konseli, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian, khususnya tentang kepada siapa konseli akan dialihtangankan, kesediaan konseli, dan materi atau informasi tentang konseli yang hendaknya disampaikan kepada pihak lain tempat alih tangan.
Tidak semua masalah dapat dialih tangankan, untuk itu perlu dikenali masalah-masalah apa saja yang menjadi kewenangan konselor. Seperti masalah-masalah berkenaan dengan:
• Penyakit, baik penyakit fisik ataupun mental (kejiwaan)
• Kriminilitas, dengan segala bentuknya.
• Psikotropika, yang didalamnya dapat terkait masalah kriminilitas dan penyakit.
Apabila konselor mengetahui bahwa konseli secara substansial berkenaan dengan salah satu atau lebih dari tersebut diatas, konselor harus mengalihtangankannya ke ahli lain yang berwenang. Namun bila berkenaan dengan kekhawatiran takut terkena penyakit atau guna-guna, hal ini menjadi kewenangan konselor untuk menanganinya. Bila berkenaan dengan masalah kriminal, siapapun yang mengetahuinya harus segera melapor ke pihak yang berwenang. Dalam hal ini konselor hanya menangani klien yang masalah kriminalnya telah diproses oleh pihak yang berwajib dan yang lainnya.
Referal (Rujukan atau Alih Tangan) terjadi Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah klien, maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan klien kepada pihak lain yang lebih berwenang, seperti psikolog, psikiater, dokter, dan kepolisian. Klien yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah, seperti depresi, tindak kejahatan (kriminalitas), kecanduan narkoba, dan penyakit kronis. Dalam kegiatan referal juga terdapat pendekatan dan tekniknya yang harus difahami oleh konselor agar dalam proses pelaksanaan referal tidak terjadi permasalahan yang tidak di inginkan oleh subjek yang masuk dalam komponen-komponek dalam kegiatan referal.

Tuesday, April 22, 2014

ABSTRACT TEXT 

Example 1

Here is an abstract from a published paper. It is 220 words long. Read it through looking for the main purpose of each sentence (for example, presenting research problem, objective, methodology, main findings, or conclusion). You can find suggested answers by clicking on the sentences.
Abstract
Major problems of the arid region are transportation of agricultural products and losses due to spoilage of the products, especially in summer.This work presents the performance of a solar drying system consisting of an air heater and a dryer chamber connected to a greenhouse. The drying system is designed to dry a variety of agricultural products.The effect of air mass flow rate on the drying process is studied.Composite pebbles, which are constructed from cement and sand, are used to store energy for night operation. The pebbles are placed at the bottom of the drying chamber and are charged during the drying process itself. A separate test is done using a simulator, a packed bed storage unit, to find the thermal characteristics of the pebbles during charging and discharging modes with time. Accordingly, the packed bed is analyzed using a heat transfer model with finite difference technique described before and during the charging and discharging processes.Graphs are presented that depict the thermal characteristics and performance of the pebble beds and the drying patterns of different agricultural products. The results show that the amount of energy stored in the pebbles depends on the air mass flow rate, the inlet air temperature, and the properties of the storage materials.The composite pebbles can be used efficiently as storing media.
Helwa, N. H. and Abdel Rehim, Z. S. (1997). Experimental Study of the Performance of Solar Dryers with Pebble Beds. Energy Sources, 19, 579-591.

Example 2

Here is a second abstract from a published paper. It is 162 words long. Again, read it through looking for the main purpose of each sentence (for example, presenting the research problem, objective, methodology, main finding, or conclusion). You can find suggested answers by clicking on the sentences.
Abstract
The long-term performance of various systems was determined and the economic aspects of solar hot water production were investigated in this work.The effect of the collector inclination angle, collector area and storage volume was examined for all systems, and various climatic conditions and their payback period was calculated.It was found that the collector inclination angle does not have a significant effect on system performance. Large collector areas have a diminishing effect on the systems overall efficiency. The increase in storage volume has a detrimental effect for small daily load volumes, but a beneficial one when there is a large daily consumption.Solar energy was found to be truly competitive when the conventional fuel being substituted is electricity, and it should not replace diesel oil on pure economic grounds. Large daily load volumes and large collector areas are in general associated with shorter payback periods. Overall, the systems are oversized and are economically suitable for large daily hot water load volumes.
Haralambopoulos, D., Paparsenost, G. F., and Kovras, H. (1997) Assessing the Economic Aspects of Solar Hot Water Production in Greece. Renewable Energy, 11, 153-167. 

This sentence gives the general problem the research is attempting to help solve (rather than the specific research problem) in order to provide a rationale for the research.

This part of the abstract gives the main objective of the research.

Here the authors give the parameter they will be focusing on in order to measure the effect of air mass flow rate on the drying process. Their research problem, therefore, is to find out the effect of air mass flow rate on the drying process.

This part of the abstract summarizes the methodology used.

Here we are told in what form the results are presented, and the main findings.

Finally, we are presented with the main conclusion of the research.
Go to Top

Example 2 - Abstract Text Analysis
Click here to see Example 2
Here the authors present the objectives of their research (and by implication their research problem, i.e. the long-term performation and the economic aspects are unknown and need to be found).

Here we are told what was studied and calculated, i.e. we are given a very brief summary of the methodology.


"Solar energy was found to be truly competitive when the conventional fuel being substituted is electricity, and it should not replace diesel oil on pure economic grounds. Large daily load volumes and large collector areas are in general associated with shorter payback periods. Overall, the systems are oversized and are economically suitable for large daily hot water load volumes."

Finally, the main conclusions and recommendations from the research are given