Monday, November 18, 2013



Pentingnya Kemampuan Bahasa Inggris dan Public Speaking
Memasuki era globalisasi atau yang lebih dikenal dengan pasar bebas menuntut setiap individu untuk mempersiapkan sumber daya yang handal terutama di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Agar dapat menguasai teknologi dengan baik diperlukan pengetahuan yang memadai sehingga kita dapat memanfaatkannya dalam menghadapi tuntutan dunia global yang sarat dengan persaingan yang kompetitif. Dalam hal ini peranan bahasa Inggris sangat diperlukan baik dalam menguasai teknologi komunikasi maupun dalam berinteraksi secara langsung apalagi dengan hadirnya media internet yang mau tidak mau memaksa orang untuk mempelajari bahasa Inggris.
Sebagai sarana komunikasi global, bahasa Inggris harus dikuasai secara aktif baik lisan maupun tulisan. Tidaklah mustahil perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut kita untuk lebih proaktif dalam menanggapi arus informasi global sebagai aset dalam memenuhi kebutuhan pasar. Sebagai bahasa pergaulan dunia bahasa Inggris bukan hanya sebagai kebutuhan akademis karena penguasaannya hanya terbatas pada aspek pengetahuan bahasa melainkan sebagai media komunikasi global.
Di dunia usaha yang makin mengglobal, semakin banyak perusahaan lokal Indonesia yang masuk ke pasar dunia, dan semakin banyak perusahaan internasional yang masuk ke pasar lokal, penggunaan bahasa Inggris yang menjadi bahasa ”bisnis” makin dirasakan sebagai suatu keharusan. Selain itu, terlihat dari kasus dimana seringkali negosiasi gagal karena salah paham dengan calon mitra asing, pekerjaan tertunda karena komunikasi yang terbata-bata dengan klien dari Negara lain atau lamaran kerja di sebuah perusahaan asing ditolak karena kemampuan berbahasa Inggris yang kurang dan kesempatan kerja sama dengan perusahaan kelas internasional batal akibat tidak bisa menyediakan tenaga kerja yang bisa berbahasa Inggris.
Ilustration
Ilustration
Untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik tersebut mestinya proses belajar mengajar menekankan aspek latihan (Trial and Error) sehingga akan terlibat secara aktif dalam menyampaikan pendapat/gagasan secara bebas sesuai dengan kondisi nyata. Pada dasarnya penguasaan bahasa inggris terdiri atas listening, writing, speaking and reading. Dengan kemampuan bahasa inggris yang baik, akan terbuka banyak kesempatan untuk memperoleh perkerjaan yang baik terutama di perusahaan multinasional yang memang mensyaratkan kemampuan bahasa inggris yang baik, untuk memperluas pergaulan di dunia internasional karena bahasa inggris merupakan bahasa pergaulan internasional dan secara umum bermanfaat untuk dapat bersaing di era globalisasi.
Berbicara di muka umum (Public sepaking) bagi sebagian orang bukanlah hal yang mudah dilakukan. Tapi faktanya, bukan pula hal yang teramat sulit untuk dipelajari. Selama ini, Beragam alasan orang akan menghindar untuk tidak berbicara di depan umum, karena menghadapi banyak orang dengan beragam karakter. Dan itu terkadang bisa menyulitkan. Kendalanya bisa dimulai dari diri sendiri yang merasa gugup, tidak percaya diri, merasa dihakimi oleh audience, takut apa yang disampaikan tidak bermanfaat untuk audience, terbata-bata saat berbicara sehingga kalimat yang diucapkan terdengar samar dan tidak dimengerti oleh audience.
Padahal siapapun berhak untuk berbicara di depan publik tanpa terkecuali. Apalagi di era seperti sekarang ini, mampu berbicara di depan umum dengan baik dan benar, sudah menjadi bagian dari gaya hidup seseorang. Sudah saatnya setiap orang yang ingin meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan karir, meraih sukses yang lebih tinggi, trampil berbicara di depan umum.
Kemampuan Public Speaking sering dilihat sebagai bakat yang sudah melekat dalam diri seseorang, padahal faktanya public speaking adalah keterampilan yang dapat dilatih, dipraktekkan, untuk memberi manfaat sesuai dengan kebutuhan audience, antara lain: untuk menyampaikan informasi, memotivasi, membujuk dan mempengaruhi orang lain, mencapai saling pengertian dan kesepakatan, meningkatkan penjualan produk/keuntungan bisnis dan membagikan pengetahuan yang dimiliki seseorang dan bisa dijadikan sebagai pilihan karir yang menjanjikan.

Ilustration
Public Speaking sangat penting bagi kita yang ingin sukses. Public Speaking bukan hanya untuk sekadar presentasi. Public speaking akan menolong kita memperlancar hubungan dan komunikasi dengan orang lain. Seperti kita tahu, kemampuan komunikasi merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan sehari-hari termasuk karir.
Mengingat pentingnya kemampuan bahasa inggris dan public speaking dan manfaat dari kemampuan keduanya, maka kami mendirikan English For Us dimana teman-teman akan mendapat dua manfaat sekaligus. Disamping dibekali kemampuan bahasa inggris yang baik, peserta juga akan dibekali teknik-teknik berbicara di depan umum yang baik seperti bagaimana cara mengatasi kegugupan, variasi suara, bahasa tubuh dan menyampaikan pidato berdasarkan tujuannya seperti untuk menginformasikan sesuatu, membujuk dan menghibur audience. Cara belajarnya labih banyak bagaimana mereka bisa menuangkan ide menulis karangan bahasa inggris, dan kemudian dipresentasikan. Tentunya juga dibekali dengan grammar, vocabulary, communication dan writing skill yang memadai.
  1. A.    Latar Belakang Masalah
Salah satu ciri kehidupuan masyarakat modern adalah adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan tekonologi secara cepat, yang menuntut setiap orang untuk cermat dan cepat tanggap dalam menafsirkan setiap informasi yang diterima, baik yang berasal dari negara sendiri maupun yang datang dari negara lain. Dengan banyaknya informasi yang masuk dari negara lain dan sebagian besar informai tersebut menggunakan bahasa asing maka masyarakat modern menyadari perlunya menguasai bahasa asing. Penguasaan bahasa asing sangat penting dan perlu ditingkatkan untuk membantu memperlancar komunikasi dengan msyarakat dari negara lain. Sebagaimana dinyatakan dalam GBHN tahun 1993 bahwa kemampuan penguasaan bahasa asing perlu ditingkatkan dan dikembangkan untuk memperlancar komunikasi dengan bangsa lain disegala aspek kehidupan terutama penyerapan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi disamping memperluas cakrawala pandang bangsa sejalan dengan kebutuhan pembangunan. Untuk memperoleh informasi mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi tidak hanya melalu membaca tetapi bisa juga dalam kegiatan komunikasi secara lisan. Dengan memiliki kemampuan berbahasa asing terutama bahasa inggris terutama bahasa inggris sebagai bahasa komunikasi internasional maka akan lebih mudah untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas.
Bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa asing di Indonesia ternyata mendapat tempat yang cukup baik jika dibandingkan dengan bahasa asing yang lain. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa bahasa Inggris dimasukkan sebagai salah satu mata pelajaran yang wajib ditempuh oleh siswa baik di SLTP maupun SLTA. Mata pelajaran bahasa Inggris di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama berfungsi sebagai alat pengembangan diri siswa dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni budaya. Bahasa Inggris sangat perlu dikuasai oleh siswa khususnya dalam kemampuan berkomunikasi baik secara lisan maupun tertulis. Hal ini karena bahasa Inggris merupakan bahasa internasional dan dianggap penting untuk tujuan penyerapan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni budaya serta pembinaan hubungan dengan bangsa-bangsa lain.
Dewasa ini pengajaran bahasa Inggris lebih ditujukan pada kemampuan lisan. Siswa tidak hanya dilatih membaca dan mengerti teks, melainkan dilatih menggunakan bahasa secara aktif dan mengungkapkan diri secara lisan. Siswa juga dituntut untuk mampu menguasai keterampilan berbicara dalam bahasa inggris atau bahasa asing lainnya, karena pada hakekatnya mempelajari bahasa adalah belajar untuk berkomunikasi dengan bahasa yang dipelajari baik secara lisan maupun tertulis (GBPP, 1993 : 2). Jadi, salah satu prinsip pengajaran bahasa asing adalah pengembangan kemampuan berbahasa oral secara aktif bersama-sama dengan pengembangan kemampuan oral secara aktif disertai dengan pengembangan kemampuan mambaca dan menulis. Oleh karena itu dalam kegiatan belajar mengajar bahasa Inggris guru dituntut mampu mengembangkan materi pelajaran yang sesuai dengan situasi dan kebutuhan yang diperlukan siswa dimasa yang akan datang. Pengembangan materi untuk pembelajaran ketarmpilan berbicara perlu diberi penekanan, mengingat keterampilan berbicara merupakan keterampilan berbicara merupakan keterampilan yang paling sulit dikuasai dibandingkan dengan keterampilan berbahasa yang lain seperti keterampilan menyimak, membaca dan menulis.
Pengajaran keterampilan berbahasa yang diajarkan di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama saat ini lebih menekankan pada keterampilan membaca. Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar bahasa inggris, guru berpedoman pada buku pegangan wajib dan siswa juga belajar dengan buku pegangan wajib untuk siswa, yang memuat tema-tema dan disertai latihan-latihan dalam setiap unitnya. Jadi, kegiatan belajar mengajar bahasa Inggris lebih menekankan pada pemahaman terhadap suatu bacaan mengenai tema tertentu. Sementara kegiatan pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan berbicara siswa masih belum dilaksanakan sepenuhnya oleh guru. Kegiatan pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan berbicara yang dilakukan oleh guru pada saat ini lebih banyak menggunakan teknik pengajaran berbicara dengan menggunakan metode ulang – ucap yaitu guru membacakan contoh-contoh percakapan pendek kemudian siswa menirukan bersama-sama (Taringa, 1988 : 35). Dengan metode seperti itu pengalaman penggunaan bahasa yang diperoleh siswa hanya bersifat hafalan, karena siswa tidak diberi kesempatan untuk mempraktekkan langsung. Hal seperti inilah yang kadang menyebabkan siswa mengalami kesulitan untuk menguasai keterampilan berbicara bahasa Inggris. Quin (1972 : 12) dalam hasil penelitiannya mengemukakan bahwa penguasaan kosa kata sebagian besar lulusan SLTP masih sangat rendah yaitu sekitar 500 – 600 kosa kata dari yagn ditargetkan yaitu kurang lebih 1000 kosa kata, sehingga sebagian besar lulusan SLTP mengalami kesulitan atau bahkan tidak bisa menguasai komunikasi secara lisan maupun tertulis. Dalam mempelajari keterampilan berbicara, penguasaan kosa kata sangat diperlukan karena dengan memiliki pembendaharaan kosa kata yang cukup banyak akan mempermudah siswa dalam menguasai keterampilan berbicara dalam bahasa Inggris.
Menurut Subiyati (1989 : 31) rendahnya penguasaan kosa kata bahasa asing disebabkan belum digunakannya metode dan media pengajaran yang mampu membangkitkan minat dan motivasi belajar siswa. Khususnya metode dan media pengajaran yang mengarah pada penguasaan struktur-struktur dasar secara lisan yang merupakan landasan untuk mengembangkan kemampuan pasif maupun aktif dalam berkomunikasi lisaan. Untuk itulah dalam kegiatan belajar mengajar bahasa Inggris, khususnya pengajaran keterampilan berbicara guru harus mampu memilih secara cermat metode dan media pengajaran yang akan digunakan sehingga materi pelajaran yang sudah ada dapat dikembangkan.
Dewasa ini sudah banyak dikembangkan berbagai media pengajaran untuk pengajaran bahasa. Namun secara garis besar media pengajaran dilihat dari jenisnya dibagi menjadi media audio, media visual dan media audio visual. Media audio adalah media yang berkaitan dengan indera pendengaran. Ada beberapa jenis media audio seperti dikemukakan oleh Arief S. Sadiman 1990 : 52) yaitu radio, alat perekam pita magnetik, piringan hitam dan laboratorium bahasa. Alat perekam pita magnetik atua yang lebih dikenal dengan cassette tape recorder sudah sejak lama digunakan oleh orang baik untuk hiburan, penyimpanan data atau keperluan lainnya. Namun dalam dunia pendidikan cassette tape recorder dapat dimanfaatkan untuk merekam materi pelajaran yang akan disajikan kepada siswa.
Berkaitan dengan kegunaan cassette tape recorder dalam kegiatan belajar mengajar seperti telah dikemukakan diatas, maka penggunaan cassette tape recorder untuk kegiatan keterampilan berbicara dirasa sangat tepat terutama untuk mengajarkan bagaimana cara mengucapkan kata-kata dalam bahasa Inggris secara benar, mengingat bahwa cassette tape recorder memiliki beberapa kelebihan diantaranya dapat diputar secara berulang-ulang sehingga memberi kesempatan pada siswa untuk mendengarkan materi lebih sering. Dengan demikian kegiatan belajar mengajar akan lebih efektif dan bervariasi karena siswa terlibat secara aktif. Penggunaan media audio kaset yang dipersiapkan secara tepat dan digunakan dengan baik dalam pengajaran bahasa Inggris diharapkan dapat membantu meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk belajar bahasa Inggris, sehingga dapat menguasai semua keterampilan berbahasa yang diajarkan dalam mata pelajaran bahasa Inggris di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, khususnya keterampilan berbicara.
Dengan memperhatikan permasalahan dan dipertimbangkan lain bahwa penelitian mengenai media audio kaset yang berkaitan dengan keterampilan berbicara bahasa Inggris belum pernah dilaksanakan, maka peneliti bermaksud untuk mengangkat pemasalahan ini dalam suatu penelitian yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Media Audio Kaset Terhadap Peningkatan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Pada Siswa Kelas 1 SLTP Negeri I Patarukan Kabupaten Pemalang Jawa Tengah”
  1. B.     Batasan Masalah
Sehubungan dengan keterbatasan waktu, pikiran dan tenaga yang dapat dijangkau peneliti, maka permasalahan dalam penelitian ini dibatasi pada penggunaan media audio kaset dan pengaruhnya terhadap peningkatan keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa kelas 1 SLTP.
  1. C.    Rumusan Masalah
Sesuai dengan batasan masalah diatas, maka peneliti merumuskan permasalahan sebagai berikut :
“Adakah pengaruh yang signifikan penggunaan media audio kaset terhadap peningkatan ketrampilan berbicara bahasa Inggris siswa kelas I SLTP?”
  1. D.    Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan penggunaan media audio kaset terhadap peningkatan keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa kelas 1 SLTP.
  1. E.     Manfaat Penelitian
    1. Manfaat teoritis
Sebagai bahan masukan bagi para ahli media pendidikan untuk mengembangkan lebih lanjut media audio kaset sebagai media pengajaran, terutama sebagai media pengajaran bahasa Inggris.
  1. Manfaat praktis
    1. Sebagai masukan bagi guru yang bersangkutan untuk menentukan strategi belajar dan memilih media pengajaran yang tepat khususnya untuk pengajaran keterampilan berbicara bahasa Inggris.
    2. Sebagai masukan bagi pengelola sekolah untuk memperhatikan dan melengkapi sarana dan prasarana belajar terutama media untuk pengajaran bahasa salah satunya media audio kaset.
- See more at: http://idtesis.com/contoh-proposal-skripsi-pendidikan-bahasa-inggris/#sthash.0XmJrAo4.dpuf

                Pentingnya Berani Berbicara Bahasa Inggris

Banyak orang yang merasa malu untuk berbicara bahasa Inggris, banyak juga orang yang sangat percaya diri berbicara bahasa Inggris meskipun banyak grammar yang kurang tepat. Proses pembelajaran tidak bisa instan, perlu waktu untuk membiasakan diri menghadapi pelajaran bahasa Inggris.

Dalam menguasai bahasa Inggris, ada penguasaan secara pasif, ada pula yang secara aktif. Penguasaan bahasa Inggris secara pasif biasanya hanya menguasai aspek writing, sedangkan yang secara aktif menguasai aspek speaking. Orang aktif akan dengan mudah bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa Inggris. Kebalikannya dengan orang pasif. Meskipun ia juga menguasai bahasa Inggris, tapi ia tidak bisa atau  malu untuk berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris.

Kepercayadirian itu yang seharusnya dilatih untuk dapat menguasai diri dalam suatu percakapan Inggris. Untuk dapat berani, seseorang harus rajin berlatih bercakap-cakap. Latihan tersebut bisa juga dilakukan di kelas, misalnya dengan belajar presentasi dengan menggunakan bahasa Inggris. Dalam presentasi tersebut, akan ada interaksi antar murid dan guru. Semakin banyak berlatih, maka semakin mudah siswa menguasai rasa percaya dirinya.

Selain di kelas, mereka juga bisa berlatih sendiri dengan cara memperbanyak berbicara dengan orangtua atau teman sebaya menggunakan bahasa Inggris. Jika tidak dilatih, maka saat bertemu orang asing yang mengajak berbicara melalui bahasa Inggris, mereka akan canggung dan bingung untuk membalas percakapannya karena hanya terbiasa berlatih bahasa Inggris secara pasif.

Dalam dunia kerja, orang-orang akan dituntut untuk dapat berani berbicara menggunakan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Karena dalam suatu pekerjaan, banyak rekan kerja yang berasal dari luar negeri dan mengharuskan kita untuk saling berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris. Latihan yang dimulai sejak di bangku pendidikan akan menolong seseorang untuk dapat berani berbicara bahasa Inggris dengan lantang.

No comments:

Post a Comment